Morbid Kembali Menggema: Kebangkitan Legenda Metal Medan Lewat Single “Bayangan Hitam”

GERILYA MAGAZINE – Tiga dekade sejak namanya menggema di skena underground Medan, Morbid kembali membawa bara lama yang kini lahir dengan energi baru. Kebangkitan mereka di tahun 2025 bukan sekadar reuni nostalgia, melainkan penanda bahwa spirit heavy metal old school masih hidup, berkembang, dan tetap relevan di tengah lanskap musik modern.

Dikenal sebagai salah satu pionir metal Medan sejak awal 1990-an, Morbid pernah menjadi suara keras dari generasi bawah tanah yang tumbuh di jalur independen. Kini, mereka hadir kembali dengan formasi terbaru: Didi (vokal), Ade (drum), Franslay (bass), dan Keykey (gitar). Formasi ini menghadirkan karakter musik yang lebih solid, agresif, namun tetap mempertahankan ruh klasik yang dulu membesarkan nama Morbid di kancah metal lokal.

Sebagai penanda kebangkitan mereka, Morbid resmi merilis single terbaru pada 2026 berjudul “Bayangan Hitam.” Lagu ini bukan hanya karya musik, tetapi juga bentuk pernyataan sikap terhadap isu sosial yang semakin nyata di sekitar kita, seperti bullying, persekusi, hingga tekanan sosial yang membuat seseorang merasa terisolasi dan terpojok.

Dengan balutan heavy metal old school yang keras dan intens, namun dipadukan pendekatan sound modern, “Bayangan Hitam” menghadirkan ledakan emosi, kemarahan, sekaligus kekuatan untuk bertahan. Morbid ingin menyampaikan pesan bahwa setiap individu berhak melawan ketidakadilan dan tidak boleh tunduk pada intimidasi dari lingkungan.

Di balik distorsi gitar yang pekat dan tempo yang menghantam, lagu ini juga menyimpan lapisan makna yang lebih dalam. “Bayangan Hitam” membawa pesan tentang keyakinan dan harapan bahwa selalu ada kekuatan yang lebih besar yang menjaga manusia di tengah situasi paling gelap sekalipun. Hal ini menjadikan lagu tersebut tidak hanya garang secara musikal, tetapi juga reflektif secara emosional.

Melalui single ini, Morbid menegaskan bahwa mereka bukan hanya sekadar legenda metal Medan yang kembali aktif, tetapi juga suara bagi mereka yang pernah merasa ditekan, dijatuhkan, dan dipandang sebelah mata. Kebangkitan ini menjadi bukti bahwa musik metal bukan hanya tentang kerasnya suara, tetapi juga tentang keteguhan, perlawanan, dan harapan yang tidak pernah padam. (dave)

Kirim info/artikel seputar band, wawancara rilisan, acara, reviews single/album atau opini ke gerilyamagazine@gmail.com

Related posts