GERILYA MAGAZINE – Setelah sempat mengalami perubahan formasi, unit grindcore asal Indonesia, Guilties, resmi merilis single terbaru mereka bertajuk “When Conscience Dies” pada 25 Juli 2025. Lagu ini dirilis secara digital melalui platform Bandcamp.
Single ini menjadi penanda kembalinya Guilties ke skena musik ekstrem, pasca hengkangnya sang vokalis beberapa waktu lalu. Formasi terbaru band ini terdiri dari Mbonk (gitar), Renald13 (bass), dan Kebot (drum), dengan tambahan vokalis tamu Adam Fauzan (Proletar) sebagai pengisi vokal.
Dalam “When Conscience Dies”, Guilties tetap mengusung musik grindcore penuh agresi dengan lirik bertema peperangan dan penindasan, yang kali ini difokuskan pada tragedi kemanusiaan di Palestina. Proses rekaman dilakukan secara live, menghadirkan nuansa mentah dan natural yang menjadi ciri khas band ini.
“Kami lepaskan di antara hati nurani yang mati, dalam deru peluru dan reruntuhan puing-puing yang berserakan. Di antara jerit tangis dari mereka yang kehilangan sanak saudara. Kisah dari tanah yang sampai saat ini masih dijajah, kisah tentang sebuah perlawanan demi tanah air yang dicintai,” tulis Guilties dalam pernyataan resmi.

Lewat lirik yang lugas dan tanpa kompromi, Guilties menyuarakan kemarahan terhadap kekejaman yang terjadi, serta menggugah kesadaran publik akan pentingnya solidaritas kemanusiaan.
Single “When Conscience Dies” dapat didengarkan melalui tautan resmi Bandcamp berikut:
https://guilties.bandcamp.com/track/when-conscience-dies
Lirik “When Conscience Dies”:
When conscience dies
A disgusting place for humans
A place where sin is created
Where is conscience
The massacre continues
Cries break the silence
Lives lost in Gaza
The whole world seems silent
This war must end
Bodies crushed by tall buildings
Starving babies die
Where is your conscience
Human slaughter under the guise of war
Guilties tak hanya kembali menunjukkan taring musikal mereka, tetapi juga keberpihakan yang jelas terhadap perjuangan kemanusiaan.
From river to the sea, Palestine will be free.
Save Gaza. Free Palestine.





