GERILYA MAGAZINE – Di tengah hiruk pikuk skena musik Jakarta, lahirlah FLOWERY — sebuah proyek gothic metal yang berbeda dari kebanyakan. Bukan sekadar band, FLOWERY adalah simbol cinta, persahabatan, dan dedikasi, lahir dari ikatan suami-istri yang sama-sama tumbuh dengan api rock dan metal sejak pertama kali bertemu.
Dari chemistry yang kuat itu, FLOWERY mengusung konsep “Symphonic Deep Gothic Metal”: nuansa gelap, dramatis, dan emosional, berpadu dengan melodi yang megah dan menyayat.
Sejak terbentuk pada 20 Mei 2025 di Jakarta, FLOWERY telah menorehkan langkah awal dengan dua single perdana:
- Hati dan Jiwa
- Hold Me in the Storm
Keduanya dirilis pada 28 Agustus 2024 di bawah naungan Edelweiss Records, menandai debut FLOWERY di panggung digital global.

Terinspirasi oleh raksasa dunia seperti Nightwish dan Within Temptation, FLOWERY tetap menegaskan identitasnya sendiri. Dengan suara Vieya Queen yang tegas sekaligus melankolis, aransemen gelap nan indah dari Fire-Man, serta tambahan vokal growl penuh energi dari Abie dan Bento Prosatanica, FLOWERY menghadirkan perpaduan yang unik: antara kelembutan dan kekuatan, antara cinta dan kegelapan.
FLOWERY bukan sekadar band baru. Mereka adalah kisah tentang bagaimana cinta bisa melahirkan karya, bagaimana persahabatan bisa menyatukan semangat, dan bagaimana dedikasi bisa menciptakan musik yang menggetarkan jiwa.
Mereka siap melangkah lebih jauh, menyuarakan jiwa, dan membawa atmosfer gothic metal Indonesia ke level yang lebih dalam — gelap, megah, dan penuh emosi. (alam)





