EP “KIRIK” Resmi Dirilis, Dinasty Bawa Kritik Sosial dalam Balutan Grindcore

GERILYA MAGAZINE — Band Metal/Grindcore asal Bekasi, Jawa Barat, Dinasty, resmi merilis EP/mini album terbaru bertajuk “KIRIK” pada awal Januari 2026. Rilisan ini menjadi penanda eksistensi panjang band yang telah berdiri sejak tahun 2002 dan terus konsisten di jalur musik ekstrem.

Dinasty saat ini diperkuat oleh empat personel, yakni Bagas (vokal), Mawa (gitar), Dani (drum), dan Toink (bass). Seiring perjalanan waktu, band ini telah mengalami sejumlah perubahan, baik dari sisi genre maupun formasi, hingga akhirnya menemukan komposisi yang solid seperti sekarang.

EP “KIRIK” dirilis dalam format Compact Disc (CD) melalui Edelweiss Records. Untuk distribusi internasional, rilisan ini juga tersedia melalui GxSxPx Grindcore Label (Bandcamp). Selain itu, format digital dapat diakses melalui Spotify dan berbagai platform streaming musik lainnya.

Mini album ini memuat tujuh lagu, yaitu:

  1. Tanahku Milik Negara
  2. Pesta
  3. Kirik
  4. Bhineka Tunggal Ika
  5. Retorika
  6. Menang
  7. Kontroversi

Secara tematik, “KIRIK” mengangkat persoalan kehidupan sosial dan isu kenegaraan. Kata “kirik” yang dalam bahasa Jawa berarti anak anjing, digunakan sebagai simbol kritik sosial. Istilah tersebut merepresentasikan perilaku “menjilat” yang kerap dilakukan demi kepentingan pribadi, termasuk dalam upaya meraih jabatan dan kekuasaan secara instan.

Proses produksi EP ini dilakukan dengan metode multi-track, di mana setiap instrumen direkam secara terpisah. Tahapan dimulai dari pengambilan drum dengan bantuan guide music dan metronom sebagai acuan, dilanjutkan dengan bass dan gitar. Setelah proses mixing sementara, sesi vokal dilakukan untuk melengkapi keseluruhan komposisi.

Proses rekaman dimulai pada awal 2024 di K Studio dengan pendampingan Yudha sebagai director. Produksi sempat mengalami penundaan akibat kesibukan masing-masing personel. Pada pertengahan 2025, proses dilanjutkan dengan tahap mixing dan mastering yang dikerjakan oleh Marconjet dan Ardy.

Seluruh materi akhirnya rampung dengan total tujuh track yang siap dipublikasikan kepada pendengar musik ekstrem.

Adapun kredit produksi dalam EP ini meliputi:
Musik & Aransemen: Dinasty
Recording: Yudha – K Studio
Mixing & Mastering: Marconjet & Ardy
Artwork: BayArt

Melalui “KIRIK”, Dinasty menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan karya yang tidak hanya agresif secara musikal, tetapi juga memiliki muatan kritik sosial yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

Kirim info/artikel seputar band, wawancara rilisan, acara, reviews single/album atau opini ke gerilyamagazine@gmail.com

Related posts