BlackHole Corpse Grinder’s Hadir sebagai Wadah Musik Karawang, Siap Gelar “Rice City Rebel”

GERILYA MAGAZINE – Berangkat dari keresahan dua sahabat pecinta musik metal yang merasa pergerakan musik di Karawang berjalan lambat, lahirlah BlackHole, sebuah komunitas yang dibentuk sebagai ruang berkumpul lintas genre untuk mendorong perkembangan skena musik lokal.

Salah satu penggagas BlackHole, Mas Luil, personel band Maledikta, menceritakan bahwa komunitas ini berawal dari sebuah pertemuan sederhana. Dua sahabat datang menemuinya untuk bersilaturahmi sekaligus mencurahkan kegelisahan mereka terhadap minimnya pergerakan skena musik di Karawang. Dari diskusi tersebut muncul kesepakatan untuk mengumpulkan para pelaku musik dan membentuk sebuah wadah bersama.

Komunitas tersebut kemudian berkembang dengan nama BlackHole Corpse Grinder’s, sebagai identitas yang dinilai lebih luas dan mampu merangkul berbagai latar belakang musisi, tidak terbatas pada satu subgenre metal saja.

Dalam waktu yang relatif singkat, BlackHole berhasil menunjukkan perkembangan positif. Melalui penjualan merchandise berupa kaus, komunitas ini mampu menghimpun dana secara mandiri untuk merealisasikan agenda pertamanya. Dukungan juga datang dari berbagai daerah seperti Cilamaya, Pedes, Cikampek, Rengasdengklok, hingga komunitas musik lainnya.

Puncak dari perjalanan awal tersebut adalah terselenggaranya Rice City Rebel, yang akan menjadi event perdana BlackHole Corpse Grinder’s. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 6 September 2026 di 53 Club, Karawang City. Tiket masuk dibanderol Rp50.000 dengan fasilitas free coffee drink bagi pengunjung.

Event ini akan menghadirkan deretan band dari berbagai kota, bahkan tamu internasional dari Malaysia, yaitu:

  • Imperial Dislexia (Malaysia)
  • Batu Nisan (Pemalang)
  • Dramatical Misery (Karawang)
  • Bless The Knights (Tangerang)
  • Roh Sesat (Tangerang)
  • Fourteen Straight (Jakarta)
  • Mutasi (Karawang)
  • Paramedis (Cilacap)
  • Disvafored (Karawang)
  • Riewa (Karawang)
  • Niswara (Karawang)
  • Maledikta (Karawang)
Mas Luil (paling kanan) dan Tim BlackHole

Mas Luil mengatakan bahwa perjalanan membangun komunitas tentu tidak selalu berjalan mulus. Perbedaan pandangan dengan sebagian pihak menjadi tantangan tersendiri. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat BlackHole untuk terus menghadirkan ruang yang positif bagi perkembangan musik lintas genre di Karawang.

“Kami ingin BlackHole menjadi rumah bersama bagi para pelaku musik. Tempat untuk berkumpul, bertukar pikiran, dan saling mendukung agar skena musik Karawang terus berkembang,” ujar Mas Luil.

Event Rice City Rebel juga mendapat dukungan dari sejumlah media dan komunitas, di antaranya Divisi Pemberontak, ACP Metal Sindikat, Kovina Hade, Hamdalah Audio, Encircle Merch, 53 Club, Tempe Grind, D’wagasi, Arau Squad, Methalia Extreme, HK Woodworking, Konco Ngopi, RabonSick, Edelweiss Production, Iwonk Darkness, Red Shedow X 13, Es Teh Krisna, dan Bravo Music Studio.

Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, BlackHole Corpse Grinder’s berharap kehadirannya dapat menjadi ruang kreatif yang memperkuat persaudaraan sekaligus mendorong pertumbuhan skena musik independen di Karawang. (alamo13)

Kirim info/artikel seputar band, wawancara rilisan, acara, reviews single/album atau opini ke gerilyamagazine@gmail.com

Related posts