SURABAYA — Setelah hampir tiga dekade terdiam, nama ABETTOR OF SATAN kembali mencuat dari lorong sejarah musik ekstrem bawah tanah Indonesia. Band asal Surabaya, Jawa Timur, ini menghidupkan kembali salah satu jejak awal perjalanan mereka melalui rekaman ulang single debut, “Voice From The Darkside”, yang dijadwalkan meluncur secara digital pada 17 September 2026 melalui Bali Headbanger Music.
Kembalinya ABETTOR OF SATAN bukan sekadar nostalgia atau upaya mengulang masa lalu. Ini merupakan sebuah pernyataan bahwa semangat musik ekstrem yang tumbuh dari kultur underground era 1990-an masih memiliki denyut hingga hari ini.
Perjalanan band ini bermula pada akhir 1996 melalui sebuah proyek bernama BURISROWO, yang dibentuk oleh Sugih Imam Prakoso alias Imblessed Dagoth dan Essa Holopainen. Pada awal 1997, Putra Pande alias Satanas Black Corpse bergabung, membawa pengaruh musikal baru yang kemudian membentuk karakter band dan mendorong perubahan nama menjadi ABETTOR OF SATAN.
Secara musikal, mereka membangun identitas melalui perpaduan agresivitas Black Metal primitif, intensitas Death Metal, serta elemen musik etnis dengan penggunaan nada-nada pentatonis. Kombinasi tersebut melahirkan atmosfer gelap, ritualistik, dan mentah yang kini mereka definisikan sebagai Darkened Ethnic Death Metal.
Pada 1997, ABETTOR OF SATAN merekam “Voice From The Darkside” di Inferno Studio, Surabaya, studio milik Samir dari band Death Metal Slowdeath. Lagu tersebut kemudian menjadi bagian dari Surabaya Underground Compilation, sebuah dokumentasi penting dari geliat komunitas musik ekstrem Surabaya pada masa itu.

Setahun berikutnya, mereka melanjutkan perjalanan dengan merilis Promo Tape ’98, sebuah demo berisi lima lagu yang direkam secara live di studio dan diproduksi secara independen dalam jumlah sangat terbatas, diperkirakan hanya sekitar 25 kopi.
Namun, perjalanan tersebut tidak berlangsung panjang. Setelah Putra Pande meninggalkan Surabaya pada Oktober 1998 untuk kembali ke Denpasar, aktivitas band mulai mengalami perubahan hingga akhirnya memasuki masa vakum pada 2000. Sebagian besar arsip rekaman asli, termasuk master kaset, juga tidak lagi tersedia.
Hampir tiga dekade kemudian, komunikasi kembali terjalin di antara para personel lama pada awal 2026. Dengan anggota yang kini berada di kota berbeda, proses produksi dilakukan secara jarak jauh. Putra Pande berada di Denpasar, Essa dan Alan di Surabaya, sementara Sugih Imam Prakoso menetap di Kalimantan Timur.
Untuk menandai kembalinya nama tersebut, mereka memilih “Voice From The Darkside” sebagai materi pertama yang direkam ulang.
Versi 2026 tetap mempertahankan atmosfer old-school dari komposisi aslinya, tetapi hadir dengan struktur yang lebih terarah, tempo lebih stabil, serta pendekatan produksi yang lebih modern tanpa menghilangkan karakter raw yang menjadi identitas mereka.

Secara konseptual, lagu ini menghadirkan narasi gelap mengenai suara tak kasatmata yang memanggil manusia menuju jalan kegelapan dan dunia bawah. Simbolisme ekstrem khas Black/Death Metal digunakan untuk menggambarkan konflik antara ketaatan, ketakutan, kemunafikan, kekuasaan, dan pilihan manusia. Band juga menegaskan bahwa interpretasi lagu tersebut bukan ditujukan sebagai serangan terhadap keyakinan tertentu.
Di balik produksi rekaman terbaru ini, Kadek D. Putra Pande memegang peran penting sebagai produser, arranger, sekaligus penanggung jawab mixing dan mastering. Proses rekaman dilakukan di Brutalsick Homestudio, Denpasar.
Formasi reuni 2026 menghadirkan Putra Pande pada gitar, bass, dan drum; Alan Bisma Leontara alias Black Warrior pada vokal; Sugih Imam Prakoso pada gitar; serta Essa Bisma Leontara alias Essa Holopainen yang kembali mengisi vokal.
Menariknya, ABETTOR OF SATAN menegaskan bahwa perilisan ulang ini bukan awal dari proyek remake seluruh katalog lama mereka. “Voice From The Darkside” lebih dimaknai sebagai pengingat bahwa mereka pernah menjadi bagian dari perjalanan musik underground Indonesia, sekaligus bukti bahwa jiwa metal para personelnya belum padam.
Meski demikian, perjalanan reuni ini masih menyimpan agenda berikutnya. Mereka juga merencanakan proyek Demo ’98 Reborn, sebuah EP yang akan merekonstruksi materi dari demo 1998 berdasarkan ingatan, konsep, aransemen, dan identitas musikal yang pernah mereka bangun. Hilangnya sebagian besar arsip audio asli membuat proyek tersebut bukan sekadar proses menduplikasi rekaman lama, melainkan usaha menghidupkan kembali gagasan musikal yang pernah lahir pada penghujung dekade 1990-an.

Hampir tiga puluh tahun bukan waktu yang singkat bagi sebuah band underground. Generasi berganti, medium distribusi berubah, dan kultur pertukaran kaset yang dahulu menjadi urat nadi pergerakan musik ekstrem kini tinggal bagian dari sejarah.
Namun, bagi ABETTOR OF SATAN, waktu ternyata tidak sepenuhnya mengubur segalanya.
Melalui “Voice From The Darkside”, mereka kembali membuka satu halaman lama dari sejarah underground Surabaya. Bukan untuk mengejar kejayaan masa lalu, melainkan untuk mengingatkan bahwa pernah ada sebuah generasi yang membangun musik ekstrem dengan keterbatasan, independensi, dan keyakinan penuh terhadap musik yang mereka mainkan.
The darkness never truly disappeared. It was only waiting to be heard again.
Informasi Rilis:
- Artis: ABETTOR OF SATAN
- Single: Voice From The Darkside
- Tanggal rilis: 17 September 2026
- Format: Digital Single
- Label: Bali Headbanger Music
- Produksi: Kadek D. Putra Pande
- Rekaman: Brutalsick Homestudio, Denpasar
Official Links:
- Spotify: https://open.spotify.com/artist/0Y8GpdgSECGn7q8BFtzSpl
- Digital Music: https://song.link/abettorofsatan
- YouTube: https://youtu.be/D3690FTBgHE
- Website: https://abettorofsatan.zya.me





