GERILYA MAGAZINE – Tidak semua kehancuran datang karena bencana. Sebagian justru lahir dari keserakahan manusia sendiri.
Setelah kembali aktif di tahun 2026, RISE IN COMA bersiap membuka babak baru perjalanan mereka melalui single terbaru bertajuk “Harvest Of Dust”, yang menghadirkan Fajar dari RUIN sebagai kolaborator.
“Harvest Of Dust” lahir dari keresahan terhadap eksploitasi alam yang semakin masif dan keserakahan manusia yang terus dibenarkan atas nama pembangunan serta kemajuan. Hutan ditebang, gunung dikeruk, sungai tercemar, dan bumi terus dipaksa memberi tanpa pernah diberi kesempatan untuk pulih. Pada akhirnya, manusia hanya akan mewarisi kehancuran yang mereka ciptakan sendiri.
Melalui lirik yang gelap dan penuh metafora, RISE IN COMA menyampaikan kritik terhadap peradaban modern yang semakin jauh dari keseimbangan. Lagu ini bukan sekadar menggambarkan kerusakan lingkungan, tetapi juga menjadi refleksi tentang bagaimana ambisi tanpa batas perlahan membawa manusia menuju kehancurannya sendiri.

Dari sisi musikal, “Harvest Of Dust” menawarkan karakter yang lebih agresif dibandingkan materi sebelumnya. Berakar pada metalcore, lagu ini diperkaya dengan sentuhan black metal, thrash metal, dan death metal yang berpadu menjadi komposisi penuh intensitas. Riff-riff tajam, atmosfer yang gelap, breakdown yang menghantam, serta kombinasi high scream dan growl menciptakan dinamika yang brutal namun tetap terarah.
Kehadiran Fajar (RUIN) sebagai kolaborator memberikan dimensi baru pada lagu ini. Karakter vokalnya memperkuat nuansa ekstrem yang ingin dibangun, sekaligus menyatu dengan identitas musikal RISE IN COMA tanpa kehilangan ciri khas masing-masing.
Bagi RISE IN COMA, “Harvest Of DustT” bukan sekadar pelampiasan kemarahan. Lagu ini merupakan peringatan bahwa manusia tidak sedang menaklukkan alam, melainkan sedang mempercepat kehancuran yang suatu hari akan kembali menghantam dirinya sendiri.
“HARVEST OF DUST bukan sekadar luapan amarah. Lagu ini adalah cerminan dari dunia yang perlahan runtuh oleh tangan manusia yang tak pernah merasa cukup.”
Single “HARVEST OF DUST” dijadwalkan rilis pada Agustus 2026 dan akan tersedia di berbagai platform musik digital.
When the earth falls silent, humanity will harvest nothing… but dust.





