GERILYA MAGAZINE — Semangat membangun kembali solidaritas skena Black Metal Indonesia melahirkan sebuah inisiatif baru bernama Jakarta Black Metal Conspiracy (JBMC). Kolektif ini dibentuk sebagai penggerak komunitas Jakarta Black Metal (JBM) dengan tujuan mempererat silaturahmi, memperkuat komunikasi antarpelaku skena, serta menciptakan ruang kolaborasi bagi komunitas Black Metal dari berbagai daerah di Indonesia.
Terbentuknya Jakarta Black Metal Conspiracy berawal dari dibubarkannya grup WhatsApp Jakarta Black Metal pada 25 Juni 2026. Sehari kemudian, sebuah grup baru kembali dibentuk sebagai upaya menghidupkan kembali wadah komunikasi yang selama ini menjadi tempat bertukar informasi mengenai rilisan, agenda pertunjukan, hingga perkembangan skena Black Metal.
Dalam proses pembentukan kembali komunitas tersebut, Jamray mendapat kepercayaan dari para anggota untuk memimpin komunitas sebagai Ketua Jakarta Black Metal. Bersama pengurus Jakarta Black Metal Conspiracy yang berasal dari berbagai band dan pelaku skena, ia mengoordinasikan arah baru komunitas dengan semangat kolektif.
“Jakarta Black Metal bukan milik satu orang. Ini adalah milik seluruh anak-anak Black Metal Jakarta, bahkan sekarang kami ingin menjadi wadah yang bisa merangkul skena dari berbagai daerah. Tujuan kami sederhana, membangun silaturahmi, berbagi informasi, saling mendukung, dan menyatukan skena Black Metal Indonesia,” ujar Jamray.
Ia menjelaskan bahwa pada awalnya grup tersebut memang diperuntukkan bagi pelaku skena asal Jakarta. Namun seiring waktu, banyak anggota dari luar daerah yang ikut bergabung sehingga komunitas berkembang menjadi ruang komunikasi yang lebih luas.
“Kami melihat Jakarta sebagai salah satu pusat pergerakan. Karena itu kami ingin wadah ini bisa menjadi jembatan komunikasi bagi teman-teman Black Metal dari seluruh Indonesia,” katanya.
Debut Lewat “Black For All, All For Black”
Langkah pertama Jakarta Black Metal Conspiracy diwujudkan melalui penyelenggaraan konser bertajuk “Jakarta Black Metal – Black For All, All For Black” yang akan digelar pada:
Minggu, 16 Agustus 2026 Dungeon Pool Cafe, Kemang, Jakarta Selatan
Acara tersebut akan menghadirkan sejumlah band dari berbagai kota, yaitu:
Misanthropic Imperium (Malang)
Belysh (Banjarnegara)
Marsetish (Purwakarta)
Rawarontek (Lampung)
Disgusting God (Jakarta)
Lucifer (Jakarta)
Moloch (Jakarta)
Noire (Bogor)
Tevach (Tangerang)
Delicious of Sadness (Bekasi)
Panitia menyebut masih akan ada beberapa band tambahan yang diumumkan menjelang pelaksanaan acara.
Menurut Jamray, event tersebut merupakan langkah awal untuk mempererat hubungan antarkomunitas Black Metal dari berbagai daerah.
“Kami ingin membuktikan bahwa Black Metal bisa bersatu. Lewat semangat Black For All, All For Black, kami berharap semua pelaku skena bisa saling mendukung tanpa sekat daerah maupun komunitas.”
Program Jangka Panjang
Selain penyelenggaraan konser, Jakarta Black Metal Conspiracy telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan. Salah satunya adalah merilis kompilasi yang melibatkan band-band Jakarta Black Metal sebagai bentuk dokumentasi sekaligus media promosi bagi skena lokal.
Jamray menambahkan bahwa seluruh program yang dijalankan merupakan hasil kerja bersama para pengurus dan anggota komunitas.
“Ini murni pergerakan teman-teman Jakarta Black Metal. Kami ingin membangun sesuatu yang bisa terus berjalan dan bermanfaat bagi skena Black Metal Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa gagasan penyelenggaraan event Jakarta Black Metal sebenarnya telah dirintis sekitar enam bulan hingga satu tahun sebelumnya oleh Bada bersama sejumlah rekan, sebelum akhirnya diteruskan dan diwujudkan bersama kepengurusan Jakarta Black Metal Conspiracy.
Didukung Berbagai Media dan Komunitas
Gelaran perdana Jakarta Black Metal Conspiracy mendapat dukungan dari berbagai media, label, komunitas, dan pelaku industri kreatif, di antaranya Gerilya Magazine, Cadaspost, Arau Squad, Vieya Production, Mie Pangku, Fly Free 69, Shine Record, Morbidstorm Record, SyaAlth Merch, BB Production, Metal Agent Records, Rasa Cargo, Jakarta Bawah Tanah Organizer, Dapurletter, Azady, serta Ujang Sol & Friends Sepatu.
Dengan mengusung slogan “Black For All, All For Black”, Jakarta Black Metal Conspiracy berharap dapat menjadi wadah yang mampu mempererat hubungan antarpelaku skena sekaligus mendorong berkembangnya Black Metal Indonesia melalui semangat gotong royong dan kolaborasi. (alam)
Kirim info/artikel seputar band, wawancara rilisan, acara, reviews single/album atau opini ke gerilyamagazine@gmail.com