GERILYA MAGAZINE – Setelah nyaris satu dekade tanpa rilisan baru, unit grindcore veteran TENGKORAK akhirnya kembali menancapkan taji lewat single teranyar berjudul Zionist Downfall. Lagu ini menandai kebangkitan salah satu nama paling berpengaruh di ranah ekstrem metal Indonesia.
Bersamaan dengan perilisan tersebut, TENGKORAK juga memperkenalkan formasi yang bisa disebut sebagai reuni sebagian kekuatan lama. Line-up terkini dihuni Ombat Nasution (growl), Yoyok Radianto (gitar), Ronie Yuska (drum), Donnirimata (gitar), dan Danang Budhiarto (bass). Kehadiran Donnirimata dan Danang menjadi sorotan tersendiri karena keduanya merupakan personel lama yang ikut mengisi dua album awal TENGKORAK, Konsentrasi Massa dan Darurat Sipil.
Meski video klip Zionist Downfall telah lebih dulu beredar di YouTube, rilisan fisiknya tetap dipersiapkan oleh Zim Zum Entertainment dalam format CD dan kaset untuk merayakan Record Store Day 2026.
Sesuai judulnya, lagu ini mengangkat kritik keras terhadap invasi zionis ke Palestina yang terus memanas. Ombat Nasution selaku penulis lirik menyebut karya ini lahir dari keresahan terhadap situasi kemanusiaan yang terus terjadi.
“Kita memang tidak bisa menyerang mereka secara militer. Tapi setidaknya kita bisa menyuarakan aspirasi kita lewat karya.”
Ia juga menambahkan bahwa bagian spoken word dalam lagu tersebut justru sudah tercipta lebih dulu sebelum lirik dan komposisi musiknya rampung.

Sikap vokal terhadap isu sosial-politik sebenarnya bukan hal baru bagi TENGKORAK. Sejak album Agenda Suram, mereka telah banyak menyuarakan tema serupa, meski kala itu sempat menuai kontroversi dan membuat band ini terdiskreditkan.
Ironisnya, salah satu lagu mereka, Jihad Soldier, justru pernah masuk kompilasi Global Metal bersama nama-nama besar seperti Sepultura, Lamb of God, X Japan, Mastodon, In Flames, hingga Gojira. Kompilasi tersebut bahkan dirilis melalui Universal Music Canada.
Ada sisi menarik lain dalam rilisan anyar ini. Selain menggunakan ilustrasi parodi dari World Downfall sebagai artwork sampul, lagu ini juga menampilkan suara geraman Sofia, putri bungsu Ombat.
Menurut Ombat, momen itu terjadi spontan saat proses rekaman vokal di kamar. Sofia tiba-tiba masuk dan berteriak “Zionist Downfall” di salah satu bagian lagu. Karena dirasa pas dan penuh energi, suaranya akhirnya ikut dipertahankan dalam versi final.
Kini, setelah 33 tahun perjalanan, TENGKORAK memang tak lagi muda. Namun semangat menggempur lewat grindcore brutal dan sikap tanpa kompromi masih menyala. Kabar baiknya, amunisi berikutnya disebut sudah selesai direkam dan tinggal menunggu waktu untuk dilepaskan.
Gelinding on!





