GERILYA MAGAZINE – Awal tahun 2025 menjadi titik lahir Worden, sebuah proyek musik Doom Metal yang lahir dari pemikiran kolektif dua musisi beda kota: Arief (Bandung) dan Eko Dewo (Medan). Jarak geografis yang memisahkan keduanya tidak menjadi penghalang, karena Worden justru tumbuh dari diskusi intens melalui format digital, terutama WhatsApp, hingga akhirnya berbuah karya nyata.
Kolaborasi lintas kota ini melahirkan “Morning Star”, single pertama Worden yang menjadi penanda kebangkitan Arief dan Eko Dewo untuk kembali berkarya di jalur musik ekstrem yang mereka cintai. Lagu ini bukan sekadar rilisan pembuka, tetapi juga representasi perjalanan personal keduanya, terutama Arief sebagai penulis lirik.
“Morning Star” dimaknai sebagai titik awal—sebuah simbol kebangkitan dan harapan untuk kembali berdiri di dunia musik. Liriknya merefleksikan proses pembuktian diri, kegelisahan, hingga keyakinan bahwa api kreativitas yang sempat padam masih bisa kembali menyala. Tema tersebut terasa klop dengan karakter musik yang digarap Eko Dewo, yang sepenuhnya berakar pada Doom Metal dengan nuansa gelap, berat, dan atmosferik, terinspirasi dari band-band Doom Metal Eropa.
Seluruh komposisi musik dalam Worden dikerjakan oleh Eko Dewo di GreenHouse Recs, Medan, sementara proses vokal direkam oleh Arief di Bandung. Setelah itu, materi lagu kembali ke Medan untuk proses mixing dan mastering, mempertegas konsep kolaborasi jarak jauh yang menjadi identitas Worden sejak awal.
Nama Worden sendiri memiliki makna historis bagi Arief. Nama ini diambil dari Geboren Worden, nama awal band Gothic Metal miliknya, Geboren, asal Bandung, yang kini berstatus hiatus. Dalam bahasa Belanda, Worden berarti “menjadi”, sebuah kata yang merepresentasikan proses, perubahan, dan kelahiran kembali—nilai yang sangat relevan dengan proyek ini.

Sebelum Worden terbentuk, Arief sempat berencana mengaktifkan kembali Geboren pada tahun 2023, namun rencana tersebut terhambat oleh dinamika internal. Di waktu yang hampir bersamaan, Eko Dewo juga sedang hiatus dari band Gothic Restless, sekaligus mengerjakan proyek musik eksperimental yang menggabungkan Doom dan Industrial. Arief sempat terlibat sebagai pengisi vokal dalam proyek tersebut, namun sayangnya harus terhenti karena file rekaman yang hilang.
Awal 2025 menjadi momen pertemuan kembali ide-ide yang sempat tertunda. Dari obrolan santai, keduanya sepakat bahwa proyek lama tersebut harus benar-benar diwujudkan. Dari sinilah Worden resmi terbentuk.
Ke depan, Worden tidak berhenti di single “Morning Star”. Arief dan Eko Dewo telah menyiapkan mini album berisi empat lagu, dan saat ini sedang menjalin komunikasi dengan Herokult Records untuk proses perilisannya.
Worden
- Arief: Vocal, All Lyrics
- Eko Dewo: All Music, Back Vocal
Dengan “Morning Star” sebagai langkah awal, Worden hadir sebagai bukti bahwa Doom Metal tidak hanya soal kegelapan, tetapi juga tentang proses menjadi—bertahan, bangkit, dan kembali bersuara dari jarak yang memisahkan.





