GERILYA MAGAZINE — Skena musik ekstrem Jabodetabek kembali kedatangan nama baru. SUFFER HATE, unit Grind/Death Metal asal Jabodetabek, memperkenalkan debut mereka melalui Retorika Membusuk, sebuah rilisan yang memuat tujuh lagu dengan karakter musikal agresif, cepat, padat, dan penuh tekanan.
Tidak sekadar mengandalkan kebisingan dan intensitas permainan musik ekstrem, SUFFER HATE membawa sejumlah keresahan sosial ke dalam materi mereka. Propaganda, kemunafikan, kultus kekuasaan hingga berbagai absurditas perilaku manusia menjadi bagian dari persoalan yang diterjemahkan ke dalam lirik dan atmosfer Retorika Membusuk.
Dari sisi musikalitas, rilisan ini bergerak dengan pendekatan yang lugas. Riff gitar terdengar kasar dan menghantam, blast beat hadir dengan intensitas tinggi, sementara vokal brutal menjadi salah satu elemen yang mempertegas karakter agresif SUFFER HATE.
Tujuh lagu di dalam Retorika Membusuk juga tidak memberikan banyak ruang untuk bernafas. Tempo yang cepat dan permainan yang rapat membuat setiap materi terasa seperti dorongan energi yang terus bergerak dari satu lagu menuju lagu berikutnya.

Namun, kekerasan sonik tersebut bukan hadir tanpa arah. SUFFER HATE menggunakan pendekatan Grind/Death Metal sebagai medium untuk menyampaikan keresahan terhadap berbagai fenomena yang mereka lihat di lingkungan sosial. Musik menjadi ruang untuk menerjemahkan kegelisahan sekaligus menyampaikan kritik tanpa harus membungkusnya dalam pendekatan yang terlalu halus.
Sebagai rilisan perdana, Retorika Membusuk sekaligus menjadi perkenalan terhadap karakter musikal SUFFER HATE. Debut ini memperlihatkan fondasi sebuah band yang mencoba mempertemukan kecepatan, agresivitas dan tema sosial dalam satu paket yang mentah serta penuh tekanan.
Di balik SUFFER HATE terdapat personel yang sebelumnya maupun saat ini terlibat dalam sejumlah nama di skena musik keras, di antaranya No Recovery, FLAZEPUNKT, Dead Valley, Regressioncrust, Cepat Saji, S.O.R, Kasbih47, dan Total Destroy. Pengalaman dari berbagai proyek tersebut menjadi bagian dari latar belakang musikal yang kemudian dibawa ke dalam tubuh SUFFER HATE.
Formasi SUFFER HATE saat ini terdiri dari Sandy pada drum dengan julukan On Beat Doom, Mario pada bass (Bassline Destructive), Sesario pada gitar (Guitar Crush), serta Bowo sebagai vokalis (Vox On Growl).

Lewat Retorika Membusuk, SUFFER HATE membuka langkah pertamanya dengan sebuah debut yang tidak berusaha menawarkan kenyamanan. Tujuh lagu yang mereka hadirkan menjadi medium untuk menghantam, mengusik, sekaligus menyuarakan keresahan melalui musik yang cepat, kasar dan brutal.
Bagi pendengar yang ingin merasakan langsung energi debut SUFFER HATE, Retorika Membusuk dapat didengarkan secara penuh melalui Bandcamp.
SUFFER HATE — Retorika Membusuk
🎧 Full EP: Bandcamp
▶️ Official Video — “Bungkam”
YouTube
▶️ Official Video — “Revublik”
YouTube
Follow SUFFER HATE:
Instagram: @sufferhate_id
YouTube: @sufferhateid
TikTok: @Sufferhate.id





