“Mantra Para Penguasa”, Single Debut REPTILION yang Sarat Kritik Kekuasaan

GERILYA MAGAZINE – Yogyakarta kembali melahirkan amunisi baru di skena cadas Tanah Air. Reptilion, unit death metal yang digagas pada Oktober 2023, resmi memperkenalkan diri ke publik melalui single debut bertajuk “Mantra Para Penguasa” yang dirilis pada Februari tahun ini.

Sejak awal terbentuk, Reptilion memilih jalur yang tidak lazim. Alih-alih aktif tampil di panggung, band ini justru menahan diri untuk fokus sepenuhnya pada proses penulisan dan pematangan materi. Strategi tersebut menjadi fondasi kuat bagi identitas musikal mereka yang matang sejak langkah pertama.

Terinspirasi oleh nama-nama besar seperti Obituary, Dying Fetus, Jungle Rot, dan Dehumanized, Reptilion meramu pengaruh tersebut menjadi racikan death metal yang brutal, groovy, namun tetap berkarakter modern. “Mantra Para Penguasa” menjadi pembuka dari rangkaian materi yang telah mereka siapkan.

Ritual Kemarahan dalam Balutan Death Metal

Secara konsep, “Mantra Para Penguasa” hadir sebagai representasi kemarahan, kritik, dan kekuatan gelap yang lahir dari realitas kekuasaan, manipulasi, serta penindasan yang terus berulang. Lagu ini memadukan agresivitas death metal dengan visual simbolik yang suram dan ritualistik.

Video musiknya menggambarkan bagaimana para penguasa menggunakan “mantra-mantra” kekuasaan untuk melanggengkan dominasi, menghancurkan nalar, serta menekan manusia secara mental dan fisik. Nuansa okultisme, simbol kekuasaan absolut, dan gambaran kehancuran moral menjadi elemen visual yang memperkuat pesan lagu.

“Mantra Para Penguasa adalah bentuk perlawanan kami. Ini adalah suara kemarahan yang diritualkan—tentang bagaimana kekuasaan bekerja di balik simbol, dogma, dan manipulasi,” ujar Windu Priyantara, vokalis Reptilion.

Mid Tempo yang Menghantam, Groove yang Solid

Dari sisi musikal, Reptilion menghadirkan riff gitar solid dengan perpaduan thrash, death metal, dan groove yang terasa matang. Sound modern yang clean namun tetap brutal menjadi salah satu kekuatan utama single ini.

Lagu ini bergerak di tempo mid—tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat—namun tetap menghantam dengan tekanan yang konsisten. Permainan bass turut mendominasi aransemen, memberikan nuansa teknikal sekaligus memperkaya dinamika instrumen secara keseluruhan.

Teknik vokal deep growl Windu Priyantara tampil dengan artikulasi yang cukup jelas, mempertegas bahwa Reptilion tidak ragu menyuarakan keresahan yang ingin mereka sampaikan. Setiap lirik terasa seperti deklarasi perlawanan yang dikemas dalam ritual musikal penuh intensitas.

Line Up Reptilion

  • Vocals: Windu Priyantara
  • Guitar: Ganjar Riyanto
  • Bass: Agus Wirawan
  • Drums: Bono Aryasatya

Detail Single

  • Single Title: Mantra Para Penguasa
  • Producer: Reptilion
  • Lyrics: Windu Priyantara
  • Recorded: Melody Studio
  • Mixed & Mastered: Burhanudin (Horush)
  • Artwork: AVRWBS

Dengan “Mantra Para Penguasa”, Reptilion menancapkan identitasnya sebagai unit death metal yang tidak sekadar brutal secara musikal, tetapi juga kuat secara konsep dan pesan. Debut ini menjadi sinyal bahwa Yogyakarta kembali menyumbang energi gelap baru bagi skena metal nasional.

Untuk informasi lebih lanjut:
Contact Person: 0877 4800 2277
Instagram: @reptilion.dm
Facebook: reptilion.dm
YouTube: reptilion.dm

Kirim info/artikel seputar band, wawancara rilisan, acara, reviews single/album atau opini ke gerilyamagazine@gmail.com

Related posts