GERILYA MAGAZINE, Jakarta – Band Rock–Metal–Electro asal Jakarta, Helena and The Blackstones, resmi meluncurkan album debut bertajuk The Story of Morning Star. Album ini menjadi penanda keseriusan mereka dalam menghadirkan karya musik dengan eksplorasi karakter yang kuat serta tema emosional yang mendalam.
Helena and The Blackstones mengusung perpaduan Rock, Metal, dan Electro dengan fokus tema pada kekacauan emosional serta sisi gelap dalam hubungan percintaan. Melalui pendekatan tersebut, band ini memanfaatkan musik sebagai bahasa universal untuk mengekspresikan isi hati, pikiran, dan emosi terdalam secara jujur dan terbuka.
Perjalanan dan Identitas Musik
Helena and The Blackstones resmi terbentuk pada 11 September 2023 dan berbasis di Jakarta. Band ini berawal dari pengembangan materi lagu proyek sebelumnya, After Masehi, yang mengusung genre Electro Core. Materi tersebut kemudian dikembangkan melalui berbagai eksplorasi musikal dengan memadukan unsur Metal, Rock, dan sentuhan Electro hingga menghasilkan warna musik baru yang lebih matang dan relevan dengan dinamika industri musik saat ini.
Pada fase awal, proyek ini dikenal dengan nama Helena and Frans Ringo, yang berfokus pada cover lagu-lagu After Masehi dengan dua vokalis. Seiring berkembangnya konsep dan visi bermusik, serta atas permintaan pihak label, nama tersebut resmi berubah menjadi Helena and The Blackstones.
Album Debut The Story of Morning Star
Album debut The Story of Morning Star resmi dirilis pada 1 Januari 2026. Album ini menyajikan rangkaian cerita emosional yang merepresentasikan berbagai kondisi batin manusia, mulai dari depresi, cinta posesif, patah hati, hingga upaya untuk bangkit dan menemukan harapan.
Daftar Lagu:
- Intro
- Broken
- I’m With You
- Morning Star
- Dancing Queen
- Kiss Me and Let Me Die
- Morning Star (Acoustic)
- Broken (Acoustic)
Setiap lagu dalam album ini memiliki benang merah narasi emosional. “Broken” menggambarkan kondisi jiwa yang hancur akibat depresi, sementara “I’m With You” mengisahkan cinta yang berubah menjadi posesif. Lagu “Morning Star” menjadi pengakuan atas cinta yang tidak terbalas, sedangkan “Dancing Queen” merepresentasikan pelarian dari realitas melalui kebebasan dunia malam. “Kiss Me and Let Me Die” hadir sebagai lagu penyemangat untuk bangkit dari keterpurukan.

Acara Peluncuran Album
Sebagai bagian dari rangkaian perilisan album debut, Off The Record menggelar acara peluncuran album Helena and The Blackstones dengan detail sebagai berikut:
HELENA and THE BLACKSTONES
Launching First Album – The Story of Morning Star
🗓 Sabtu, 31 Januari 2026
📍 Lounge 78, Kemanggisan, Jakarta Barat
Acara ini turut menghadirkan sejumlah band sebagai penampil pembuka, yaitu Grausig, Batunisan, Ortodeus, Tante Lucy, Durjana, dan Citral.
Formasi Personel
- Vokal : Debby
- Bass : Boxez
- Gitar : Umar
- Synth : Van
- Drum : Topan
Melalui album The Story of Morning Star, Helena and The Blackstones berharap dapat memperkenalkan identitas musik mereka secara lebih luas sekaligus berkontribusi dalam perkembangan skena musik Rock–Metal–Electro di Indonesia.
Informasi & Kontak
- Media Sosial: Helena and The Blackstones
- Email: helenaandtheblackstones@gmail.com
- Kontak Manajemen: Widy – 0858 5060 6662





