GRAUSIG Lepas “Chant Of Blight”, Veteran Death Metal Indonesia Kembali Tebar Teror Sonik

GERILYA MAGAZINE – Pergerakan musik metal di era digital terus menunjukkan geliat yang semakin kuat. Jika dulu distribusi rilisan identik dengan kaset, CD, hingga jaringan bawah tanah antar komunitas, kini banyak band ekstrem mulai memanfaatkan platform streaming untuk menjangkau pendengar lebih luas. Fenomena ini juga dimanfaatkan para pelaku lama yang tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Salah satu nama legendaris yang kembali unjuk taring adalah GRAUSIG. Unit pionir death metal asal Jakarta tersebut resmi kembali meramaikan skena lewat single terbaru bertajuk “Chant Of Blight”, sebuah rilisan anyar yang menandai konsistensi mereka setelah lebih dari tiga dekade berkarier.

Terbentuk sejak 37 tahun silam, GRAUSIG dikenal sebagai salah satu fondasi penting perkembangan death metal di Indonesia. Sepanjang perjalanan kariernya, mereka telah melahirkan berbagai album penuh, EP, kompilasi, hingga single yang menjadi penanda evolusi musikal mereka.

Setelah merilis “Litani Agoni” pada Agustus 2025, kini mereka melanjutkan narasi gelap tersebut melalui “Chant Of Blight”. Proses pengerjaan single ini disebut memakan waktu panjang, dengan berbagai referensi dan evaluasi dari rilisan sebelumnya dijadikan dasar untuk menghasilkan materi yang lebih matang dan agresif.

Secara makna, “Chant Of Blight” dapat diartikan sebagai mantra atau seruan kehancuran. Lagu ini menjadi kelanjutan fragmentasi cerita dari “Litani Agoni”, menghadirkan kisah tentang sosok yang dipenuhi dendam mendalam terhadap takdir kelam. Obsesi terhadap balas dendam membawa karakter tersebut menuju alam kematian, bukan demi kedamaian, melainkan menjadi algojo yang menebar penderitaan abadi.

Untuk urusan produksi, GRAUSIG kembali mempercayakan proses mixing kepada Yuda di K-Studio, sementara tahap mastering ditangani Dan Randall di Mammoth Sound Mastering, Amerika Serikat. Sentuhan choir dan aransemen tambahan juga diisi oleh Aidan W. Pohan dan Felicia F. Fadhilah.

Formasi terkini band ini diperkuat oleh Sultan pada vokal, Denny pada drum, serta Alex pada bass. Sementara seluruh gitar dalam proses rekaman single ini dimainkan oleh mantan personel mereka, Kitink dan Agam.

Single “Chant Of Blight” dijadwalkan rilis pada Jumat, 17 April 2026, bersamaan dengan peluncuran video musik resminya melalui kanal YouTube Grausig Channel, serta tersedia di seluruh platform digital.

Dengan perjalanan panjang sejak 1989, GRAUSIG membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap brutal, relevan, dan produktif. Kehadiran “Chant Of Blight” menjadi sinyal keras bahwa veteran death metal Indonesia ini masih punya amunisi untuk mengguncang skena ekstrem, baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Social Media: Instagram : https://www.instagram.com/grausigofficial/
Facebook : https://www.facebook.com/GrausigOfficial/
TikTok : https://www.tiktok.com/@grausigofficial

Kirim info/artikel seputar band, wawancara rilisan, acara, reviews single/album atau opini ke gerilyamagazine@gmail.com

Related posts