DESPIRE Rilis Album Debut Will Lead to Destruction Melalui Edelweiss Records

GERILYAZINE.COM – Skena deathcore Indonesia kembali kedatangan rilisan baru. Kali ini, Despire, band extreme metal asal Pekanbaru, Riau, resmi memperkenalkan album debut bertajuk Will Lead to Destruction yang dirilis dalam format CDr melalui Edelweiss Records, Jakarta, pada 1 Oktober 2026.

Terbentuk pada 2024, Despire digawangi lima personel, yakni Doly Andi Firmansyah (vokal), Andrias Rahmat (lead guitar), Farhan Rizki (rhythm guitar), Jefri Guslin (drum), dan Anggara Syafriamon (bass).

Sejak awal kemunculannya, Despire menempatkan deathcore bukan semata-mata sebagai medium ekspresi musikal, tetapi juga sebagai saluran untuk menyuarakan keresahan terhadap berbagai persoalan sosial dan politik. Isu penyalahgunaan kekuasaan, kebijakan pemerintah yang dianggap menindas rakyat, kerusakan hukum, nepotisme, hingga dinasti politik menjadi bagian dari gagasan yang mereka angkat.

Secara musikal, Despire mengandalkan kombinasi riff gitar sederhana dengan daya hantam kuat, blast beat agresif, groove, breakdown, lead harmonic, serta karakter vokal full growl. Perpaduan tersebut membentuk karakter musik yang berat, intens, dan tanpa kompromi.

Dalam meramu identitas musikalnya, Despire menyerap pengaruh dari berbagai nama di ranah extreme metal dan musik metal modern. Di antaranya Whitechapel, Job for a Cowboy, Cerebral Bore, Suicide Silence, Carnifex, Decapitated, Brodequin, Cattle Decapitation, Lamb of God, Cannibal Corpse, Meshuggah, Gojira, All Shall Perish, Deftones, Slipknot, Misery Index, Chelsea Grin, Behemoth, Benighted, Devourment, Dying Fetus, Suffocation, hingga sejumlah nama lainnya.

Sembilan Lagu, Satu Rangkaian Kritik Sosial-Politik

Album Will Lead to Destruction memuat sembilan komposisi yang dirancang sebagai satu rangkaian gagasan mengenai kekuasaan, politik, hukum, dan persoalan sosial. Sejumlah judul lagu secara langsung memperlihatkan tema yang menjadi perhatian band ini.

Berikut daftar lagu dalam album tersebut:

  1. Will Lead to Destruction (Intro)
  2. Manipulasi Politik
  3. Haus Berkuasa
  4. Parade Kerusakan Hukum
  5. Dinasti Politik
  6. Nepotisme
  7. President Evil
  8. Program Pembodohan Massal
  9. Hymn of Fufufafa (Outro)

Dari deretan judul tersebut, terlihat bagaimana Despire menjadikan kritik sosial-politik sebagai benang merah album. Tema-tema yang diangkat merefleksikan pandangan dan keresahan mereka terhadap berbagai fenomena yang terjadi di Indonesia.

Bagi Despire, judul Will Lead to Destruction menggambarkan konsekuensi dari penyalahgunaan kekuasaan dan persoalan sosial-politik yang terus dibiarkan. Gagasan tersebut menjadi landasan konseptual yang menyatukan sembilan lagu di dalamnya.

Kehadiran album debut ini sekaligus menjadi pernyataan awal Despire di tengah skena musik ekstrem Indonesia. Mereka tidak hanya menawarkan komposisi deathcore dengan karakter agresif, tetapi juga membawa pesan yang berangkat dari realitas sosial di sekitar mereka.

Dirilis melalui Edelweiss Records dalam format CDr pada 1 Oktober 2026, Will Lead to Destruction menjadi langkah pertama Despire dalam memperkenalkan identitas dan sikap musikal mereka kepada pendengar musik ekstrem.

DESPIRE – WILL LEAD TO DESTRUCTION
Format: CDr
Label: Edelweiss Records, Jakarta
Tanggal Rilis: 1 Oktober 2026

Kontak & Media:
Email: despireofficial666@gmail.com
Instagram: @despire_official
Contact Person: 082365527276

☕
Suka artikel ini?
Traktir kopi buat penulisnya, yuk.
♥
Traktir Kopi
Dukung kreator · E-Wallet
PILIH NOMINAL
Kirim info/artikel seputar band, wawancara rilisan, acara, reviews single/album atau opini ke gerilyamagazine@gmail.com

Related posts