GERILYA MAGAZINE – Denda Omnivora, band punk asal Yogyakarta yang telah berdiri sejak tahun 2004, kembali menegaskan eksistensinya bukan hanya sebagai unit musik, tetapi juga sebagai medium sikap dan perlawanan. Bersama jejaring kolektif yang mereka sebut sebagai friends, Denda Omnivora merilis sebuah tulisan sekaligus rekaman yang secara terbuka ditujukan kepada media massa serta para korporat yang hidup sejahtera di tengah sistem yang timpang.
Pernyataan ini hadir sebagai pengumuman yang memiliki nilai berita, sekaligus kritik keras terhadap cara pandang dunia hari ini. Dengan bahasa lugas dan tanpa kompromi, Denda Omnivora mempertanyakan arah hidup dan kesadaran sosial: “Maunya cuma jadi apa?”—sebuah tamparan bagi mentalitas yang tunduk pada kenyamanan dan melupakan akar lokal serta tanggung jawab terhadap semesta dan teritori sendiri.
Bagi Denda Omnivora, lokal bukan sekadar identitas geografis, melainkan sikap hidup. Sebuah posisi untuk tetap berpihak pada ruang sendiri, komunitas, dan kerja keras yang dijalani tanpa rasa gentar. Mereka menyerukan agar siapa pun tidak takut berdiri di jalur masing-masing, karena setiap usaha yang dijalankan dengan konsisten pada akhirnya akan menemukan bentuk dan hasilnya.

Seruan “Jangan pernah gentar!” menjadi pesan utama yang terus digemakan. Sebuah ajakan untuk tetap melawan, bertahan, dan berpikir jernih di tengah tekanan industri, kekuasaan, dan kepentingan modal. Semangat tersebut kemudian dipertegas lewat pekikan “Oi! Indonesia! Lawan!”, yang menjadi simbol perlawanan dan keberanian bersuara.
Sebagai band punk yang telah melintasi dua dekade perjalanan, Denda Omnivora menegaskan kembali posisinya melalui semangat anti Denda Omnivora—sebuah sikap tanding terhadap penjinakan budaya, dominasi korporasi, dan logika omnivora yang melahap segalanya tanpa etika.
Di tengah arus industri musik yang semakin seragam, Denda Omnivora memilih tetap berdiri di jalur independen. Musik bagi mereka adalah alat komunikasi, perlawanan, dan pengingat bahwa budaya tanding masih hidup—keras, jujur, dan berpihak pada realitas.





