Dari Distorsi ke Dedikasi: 12 Tahun Perjalanan Jombang Ground Move On

POURRITURE on stage Jombang Ground Move On (foto: FB Wawan Ririn Samun)

GERILYA MAGAZINE – Skena musik keras di Kota Santri kembali bergema lewat gelaran Jombang Ground Move On #6 yang diadakan Minggu (6/7/2025) di Garden Caffe, Jombang. Acara ini menjadi perayaan 12 tahun eksistensi komunitas Jombang Ground Move On dalam mendukung perkembangan musik underground lokal.

Mengusung tema “Back Infecting The World,” event ini menghadirkan 10 band pengusung genre keras seperti Hardcore, Death Metal, Black Metal, hingga Gothic Metal. Salah satu daya tarik utama tahun ini adalah kehadiran Pourriture, band Death Metal asal Bandung yang menjadi bintang tamu spesial.

Acara yang berlangsung sejak siang hingga pukul 20.00 WIB ini tak hanya menampilkan pertunjukan musik, tetapi juga menjadi ruang berkumpulnya komunitas kreatif muda yang solid dan produktif.

Menurut Om Bad, koordinator Jombang Ground Move On, acara ini bukan sekadar ajang musik, melainkan bentuk dedikasi terhadap ruang ekspresi anak muda yang positif.

“Intinya, Jombang Ground Move On adalah ruang berkreasi anak muda yang sehat. Meskipun musiknya keras, tapi setiap acara selalu berlangsung tertib dan kondusif,” ujar Om Bad.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Jombang Ground Move On tidak hanya fokus pada musik, tetapi juga aktif mengangkat isu-isu sosial. Salah satunya pada edisi ke-5 tahun 2022 lalu yang menggandeng Generasi Anti Narkoba Nasional (GANN) dalam kampanye anti-narkoba.

“Ini bukti bahwa pecinta musik keras juga bisa berkontribusi positif bagi masyarakat,” tegasnya.

Di tengah dentuman distorsi, Om Bad juga menyampaikan harapan besar kepada pemerintah daerah agar memberikan dukungan lebih, terutama dalam hal perizinan dan penyediaan ruang konser yang layak.

“Selama ini, kendala kami selalu soal izin. Padahal, acara seperti ini juga menggerakkan roda ekonomi kreatif—mulai dari pedagang makanan, penjual merchandise, hingga pelaku industri kreatif lokal,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya dukungan dari pihak birokrasi agar ruang ekspresi seperti Jombang Ground Move On tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang sebagai bagian dari ekosistem seni budaya dan ekonomi kreatif di Jombang.

Reporter: Donny
Divisi Media Jombang Ground Move On

Kirim info/artikel seputar band, wawancara rilisan, acara, reviews single/album atau opini ke gerilyamagazine@gmail.com

Related posts