GERILYA MAGAZINE – Kancah metal ekstrem Indonesia kembali kedatangan karya yang menawarkan identitas kuat dan berbeda. Band experimental gamelan death thrash asal Yogyakarta, Untu, resmi mengumumkan perilisan single terbaru berjudul “Batara Kala” yang akan hadir pada 6 Juni 2026 lengkap dengan video klip resmi.
Lagu ini menjadi gerbang pertama menuju EP terbaru mereka bertajuk Yet, I Smile yang dijadwalkan rilis pada Desember 2026. Melalui “Batara Kala”, Untu kembali menegaskan karakter musik mereka yang memadukan kekuatan death thrash metal old-school dengan kekayaan tradisi gamelan Jawa.
Mengangkat konsep Ruwatan, ritual Jawa yang dilakukan untuk memohon perlindungan dari nasib buruk, lagu ini menggali sosok Batara Kala dalam mitologi Jawa. Sosok tersebut dikenal sebagai perwujudan waktu yang tak dapat dihentikan, kekuatan yang pada akhirnya melahap seluruh makhluk tanpa terkecuali.
Menurut Untu, “Batara Kala” ingin menghadirkan perasaan yang tak terelakkan. Manusia bisa berdoa, memohon keselamatan, dan melakukan berbagai ritual, namun waktu tetap berjalan menuju akhir yang sama bagi semua orang. Tema eksistensial ini menjadi benang merah yang mengikat lirik dan komposisi musik lagu tersebut.

Secara musikal, Untu menggabungkan pengaruh death thrash klasik yang mengingatkan pada karya-karya awal Sepultura, serta agresivitas khas Demolition Hammer dan Carcass era album Heartwork. Namun, yang membuat “Batara Kala” berbeda adalah bagaimana instrumen gamelan tidak hanya hadir sebagai ornamen, melainkan menjadi bagian integral dari struktur riff dan komposisi lagu.
Hasilnya adalah sebuah karya yang terdengar kuno sekaligus brutal, tradisional namun tetap modern. Perpaduan tersebut memperkuat identitas Untu sebagai salah satu band metal Indonesia yang berani mengeksplorasi akar budaya lokal tanpa kehilangan intensitas musik ekstrem.
Video klip “Batara Kala” juga dirancang untuk memperkuat narasi lagu. Visualnya menggabungkan penampilan band dengan elemen wayang kulit serta rekaman timelapse proses pembusukan alami yang seluruhnya direkam di Yogyakarta. Kombinasi tersebut menghadirkan simbolisme tentang waktu, kematian, dan ketidakabadian yang menjadi tema utama lagu.

Untu sendiri dibentuk pertama kali di Los Angeles pada 2015 oleh komposer dan gitaris Sean Hayward. Kini berbasis di Yogyakarta, grup ini berkembang menjadi formasi enam personel yang terdiri dari Sean Hayward (gitar, vokal), Aryo Kusumojati (drum), Aristo Axel Tanor (bass), Mustika Garis Sejati (gong), Suseno Setyo Wibowo (demung), dan Susilo Nugroho (demung).
Dengan lirik berbahasa Jawa dan Inggris serta eksplorasi tema mitologi, takdir, ritual, dan absurditas kehidupan, Untu terus membangun identitas unik di ranah metal ekstrem nasional maupun internasional. “Batara Kala” menjadi bukti terbaru bagaimana warisan budaya Jawa dapat diterjemahkan menjadi karya metal yang ganas, gelap, dan penuh makna.
Informasi Rilis
- Single: Batara Kala
- Artis: Untu
- Tanggal rilis: 6 Juni 2026
- Format: Digital & Video Klip
- Label: Independen
- EP: Yet, I Smile (Desember 2026)
“Batara Kala” siap menjadi salah satu rilisan metal paling menarik tahun ini, menawarkan pengalaman musikal yang mengawinkan kebrutalan death thrash dengan spiritualitas dan mitologi Jawa dalam satu paket yang gelap, megah, dan menghantui.





