GERILYA MAGAZINE – Skena metal bawah tanah Kota Malang kembali memanaskan atmosfer lewat gelaran launching album terbaru milik AURA 13 bertajuk “Gerbang Kematian”. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 24 Mei 2026 di Pendopo Tegal Guru Bhakti, Wendit Timur, Mangliawan, Pakis, Malang.
Album “Gerbang Kematian” disebut bukan sekadar rilisan musik, melainkan sebuah perjalanan audio yang dibangun layaknya film tanpa layar. Dentuman riff, atmosfer mencekam, hingga bisikan nuansa leluhur menjadi elemen utama dalam karya terbaru band metal legendaris asal Malang tersebut.
Diproduksi oleh Edelweiss Records Jakarta, album ini membawa pendengar memasuki lorong gelap tentang kehidupan setelah kematian, dibalut sentuhan ritual Jawa yang kental dan sakral. Setiap komposisi terdengar seperti adegan klimaks penuh api, bayangan, dan kehancuran batin.

Nama AURA 13 sendiri bukan wajah baru di skena keras Malang. Band ini terbentuk sejak tahun 1998 dan dikenal membawa konsep musik ekstrem bernuansa mistis, gelap, serta sarat refleksi spiritual. Pada awal 2000-an, mereka merilis album debut “Meaning Sickness” melalui R.A Prod.
Setelah sempat vakum hampir dua dekade, AURA 13 kini bangkit dengan formasi terbaru:
- MOULTO (lead vocal – guitar)
- JOEMARY (back vocal – lead guitar)
- ANTONO (bass)
- BUDI (keyboard – sequencer)
- ARIS.K (drum)
Kembalinya mereka ditandai lewat album kedua “Gerbang Kematian”, yang berisi delapan lagu dengan benang merah perjalanan menuju kematian sebagai simbol transendensi dan kehampaan abadi.

Album ini resmi dirilis pada 5 April 2026 dalam format terbatas CDr dan kaset pita, menjadikannya incaran para kolektor rilisan fisik underground.
Tak hanya AURA 13, acara launching nanti juga akan diramaikan sederet band keras dari berbagai kota, antara lain:
- Meaning of Grace (Malang)
- Sang Hyang Kala (Malang)
- Kastil (Malang)
- Fatal Morality (Malang)
- Salsabila (Trenggalek)
- Pesarean (Malang)
- Warior (Malang)
- Misanthropic Imperium (Malang)
- Gondho Mayit (Blitar)
- Courvoishit (Malang)
- Whispering (Malang)
- Never Dreaming (Blitar)
Launching album ini diprediksi menjadi salah satu agenda penting bagi penikmat musik ekstrem di Jawa Timur. Sebuah malam penuh distorsi, ritual, dan energi gelap yang siap membuka Gerbang Kematian bagi siapa saja yang berani masuk.






