Farasu Kembali Dengan Nusachestra EP, Merajut Metal Nusantara dan Orkestra Gelap

GERILYA MAGAZINE, Selangor, Malaysia — Farasu kembali menegaskan identitasnya sebagai salah satu band yang konsisten menggali karakter musik metal dari akar budaya Nusantara. Band yang dibentuk di Seri Serdang, Selangor, Malaysia, pada 2002 tersebut baru saja merilis Nusachestra EP, sebuah rilisan yang mempertemukan energi metal dengan atmosfer orkestra yang gelap dan sinematik.

Farasu dikenal mengusung progressive melodic death metal dan thrash metal. Namun, mereka memilih istilah Nusantara Metal untuk menggambarkan karakter musiknya—sebuah pendekatan yang tidak berhenti pada permainan riff berat dan agresif, tetapi juga membawa unsur budaya, sejarah, mitologi, serta atmosfer tradisional Nusantara ke dalam komposisi mereka.

Eksplorasi tersebut kembali terdengar dalam Nusachestra EP, yang resmi dirilis pada 22 Agustus 2026. Kali ini, Farasu memperluas ruang musikalnya dengan memasukkan elemen orkestra ke dalam formula metal mereka.

Hasilnya bukan sekadar penambahan lapisan orkestrasi, tetapi sebuah upaya membangun atmosfer yang lebih luas dan dramatis. Riff-riff metal yang menjadi fondasi Farasu berhadapan dengan warna orkestra yang gelap, menciptakan nuansa sinematik yang memperkuat tema-tema tentang mitologi, sejarah, kegelapan, dan identitas Nusantara.

Nusachestra EP berisi empat lagu:

  1. Pertabalan Jinn
  2. Tangisan Malam
  3. Bidikan Rentaka
  4. Against Tyranny

Keempat lagu tersebut menjadi bagian dari perjalanan Farasu dalam mengembangkan konsep Nusantara Metal. Jika sebelumnya elemen tradisi dan sejarah menjadi salah satu pijakan identitas mereka, melalui Nusachestra Farasu mencoba memperluas pendekatan tersebut dengan menghadirkan dimensi orkestral.

Bagi Farasu, metal tidak hanya menjadi medium untuk menghadirkan musik yang keras. Di dalamnya terdapat ruang untuk mengolah kembali warisan, mitologi, sejarah, serta kegelisahan yang tumbuh dari lingkungan budaya Nusantara.

Dirilis Secara Digital
Nusachestra EP sudah dapat didengarkan melalui sejumlah platform musik digital, di antaranya Spotify, Apple Music, Bandcamp, dan YouTube, serta berbagai layanan streaming musik lainnya.

Sementara bagi pendengar yang masih mempertahankan tradisi mengoleksi rilisan fisik, Farasu juga menyiapkan edisi fisik Nusachestra EP.

Cd Dan Merchandise Hadir Oktober
Edisi fisik berupa CD dan merchandise T-shirt Nusachestra EP dijadwalkan meluncur pada Oktober 2026.

Rilisan tersebut tidak hanya menjadi pelengkap bagi perjalanan Nusachestra, tetapi juga bagian dari koleksi resmi Farasu yang ditujukan bagi pendengar dan kolektor yang ingin memiliki karya terbaru mereka dalam format fisik.

Lewat Nusachestra EP, Farasu kembali menunjukkan bahwa istilah Nusantara Metal bukan sekadar label. Ia menjadi ruang eksplorasi untuk mempertemukan metal, tradisi, mitologi, sejarah, dan bunyi-bunyi sinematik dalam satu identitas yang mereka bangun sendiri.

Dari Seri Serdang, Selangor, Farasu terus membawa suara Nusantara ke wilayah metal yang lebih luas—keras, gelap, dan tetap berakar.

Suka artikel ini?
Traktir kopi buat penulisnya, yuk.
Traktir Kopi
Dukung kreator · E-Wallet
PILIH NOMINAL
Kirim info/artikel seputar band, wawancara rilisan, acara, reviews single/album atau opini ke gerilyamagazine@gmail.com

Related posts