GERILYA MAGAZINE — Perjalanan panjang skena extreme metal Sukabumi kembali berlanjut. Militan Bawah Tanah (MBT) Chapter XII akan digelar pada Minggu, 13 September 2026 di Pride Palace Sukabumi, mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai.
Bagi para penggeraknya, Militan Bawah Tanah bukan sekadar agenda gigs. Acara ini menjadi bagian dari perjalanan panjang komunitas musik ekstrem di Sukabumi yang telah tumbuh sejak awal 2000-an, ketika gelaran Sukabumi Extreme Metal mulai mempertemukan band dan komunitas dari berbagai wilayah.
Semangat tersebut kemudian berkembang melalui berbagai kegiatan dan rangkaian gigs hingga melahirkan Militan Bawah Tanah sebagai salah satu wadah yang secara konsisten mempertahankan ruang bagi musisi, komunitas, pekerja kreatif, dan pelaku skena bawah tanah.
Militan Bawah Tanah diinisiasi oleh Faizal A.O.D, founder Metal Militia Record. Selama perjalanannya, MBT menjadi salah satu titik temu bagi band dari berbagai generasi dan daerah, sekaligus membuka jalur pertemuan antara skena lokal dengan jaringan extreme metal yang lebih luas.

Mempertemukan Berbagai Generasi Skena
Memasuki Chapter XII, MBT kembali membawa line-up yang mempertemukan sejumlah nama dari Sukabumi, Jakarta, Bandung, dan daerah lainnya.
Deretan performer yang dijadwalkan tampil antara lain Angel of Death, Mothrahead, BLTR Tragedy, Hard to Kill Metal, Durjana Jahanam, Hell Janatish, Insane Death Metal JKT, Distrage, Midnight Vengeance, Your Life Is Chained, Behind SHC, Sayap Kiri, dan Metavia.
Kehadiran band-band tersebut menunjukkan karakter Militan Bawah Tanah yang tidak membatasi panggung hanya untuk satu generasi atau satu karakter musik. Pertemuan antarskena justru menjadi bagian penting dari keberlangsungan gigs ini.
Bagi kultur underground, panggung bukan hanya tempat band bermain. Ia juga menjadi ruang untuk bertemu, bertukar rilisan, memperkenalkan merchandise, membangun jaringan, dan mempertemukan komunitas yang mungkin tidak memiliki kesempatan untuk berinteraksi di ruang lain.

Musik Ekstrem dan Ruang Kolaborasi
Dalam perjalanannya, Militan Bawah Tanah juga mencoba memperluas kegiatan di luar urusan panggung. Salah satunya melalui agenda santunan yang digelar setiap bulan Ramadan dengan melibatkan berbagai elemen komunitas musik ekstrem.
MBT juga pernah bersinggungan dengan berbagai kelompok dan pelaku kreatif, termasuk komunitas Battle Vest Assault, pekerja artwork, serta seniman tradisional.
Salah satu bentuk kolaborasi yang cukup mencolok hadir pada Militan Bawah Tanah Chapter XI, ketika unsur seni tradisional debus dipertemukan dengan penampilan Angel of Death.
Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa kultur musik ekstrem tidak selalu harus berjalan dalam ruang yang tertutup. Musik bisa menjadi titik awal untuk mempertemukan bentuk-bentuk ekspresi lain, termasuk seni tradisional.
Sepanjang perjalanannya, Militan Bawah Tanah juga pernah menjadi bagian dari jaringan yang mempertemukan musisi extreme metal dari berbagai wilayah, termasuk nama-nama dari luar Indonesia. Jejak tersebut menjadi bagian dari arsip perjalanan sebuah skena yang terus bergerak mengikuti perubahan zaman.

Dari Sukabumi untuk Skena yang Lebih Luas
Lebih dari dua dekade perjalanan extreme metal di Sukabumi memperlihatkan bahwa keberadaan skena tidak hanya bergantung pada industri musik arus utama.
Ruang-ruang independen, gigs, komunitas, label, media, promotor, artworker, kolektor rilisan dan merchandise, hingga penonton memiliki peran masing-masing dalam menjaga ekosistem tersebut.
Di tengah perubahan cara orang mengonsumsi musik, pengalaman hadir langsung di sebuah gigs tetap memiliki nilai tersendiri. Ada energi yang hanya bisa ditemukan ketika musisi dan penonton berada dalam ruang yang sama.
Militan Bawah Tanah Chapter XII hadir sebagai kelanjutan dari perjalanan tersebut.
Bukan sekadar panggung, tetapi bagian dari upaya mempertahankan ruang pertemuan bagi skena extreme metal—dari Sukabumi, untuk jaringan yang lebih luas, sekaligus untuk generasi berikutnya.

Militan Bawah Tanah Chapter XII
Minggu, 13 September 2026
Pride Palace Sukabumi
Mulai pukul 14.00 WIB — selesai
Tiket: Rp50.000
Official Limited Merch: Rp165.000
Setiap tiket mendapatkan CD Kompilasi Militan Bawah Tanah, poster, dan sticker, selama persediaan masih tersedia.
Tiket dapat diperoleh di Pride Palace Coffee / Metal Militia Store.
Tiket tidak tersedia pada hari-H (tanpa OTS).
Info & Order: 085759530255
Presented by:
Metal Militia
Syailendra Creative
Powered by:
STPI
Pride Palace
Media & Partners:
Jakarta Hell Ground, 1921 Bali Head Banger, Local Pride Record, Throne Media, Gerilya Magazine, Sabda Nada Record, Metal Lagi, Ruang Event ID, Dapur Letter, Widal TV, Metal Siantar, TR Record, Pride Palace Music Studio, Elmira 87.6 FM, Indie Kendall, Cadazz..!, Jakarta Info Gigs, Kabar Musik, Tangerang Heroes, Kawan Gigs, Hailz Muthafucka, Rise Up Magz, Fsto Corner, Barbar Media, Info Konser Gigs, Radio Ruang Indie, Bekasi Gigs, Berisik Radio, Local Pride Media, Bekasi Unity, Info Musik Bandung, Battle Vest Assault, Rombongan Jamaah Hura Hura, Primitive Culture, Ear Pollution, Asosiasi Music Director Radio Sukabumi, serta jaringan komunitas dan media pendukung lainnya.
From the underground. For the underground. For the next generation.





