GERILYA MAGAZINE – Dua puluh lima tahun setelah Transworld Chaos menghantam skena metal, HERRIOT, band Melodic Death Metal asal Malaysia ini kembali membuka lembaran lama lewat Celestial Chaos.
Bukan sekadar nostalgia. Bukan pula hanya rekaman ulang untuk mengingat masa lalu. Bagi pionir melodic death metal Malaysia ini, Celestial Chaos adalah titik temu antara sejarah, perubahan, dan masa depan.
Dirilis pada 30 Mei 2026, rilisan ini lahir setelah HERRIOT kembali aktif pada 2024 dengan formasi baru. Dalam prosesnya, band memilih menggarap kembali material lama sekaligus membuka jalan menuju album penuh berikutnya, Black Day Massacre.
Dan ada satu hal yang membuat Celestial Chaos terasa istimewa: rekamannya dilakukan di Studio Fredman, Gothenburg, Swedia, pada September 2024. Studio tersebut memiliki sejarah panjang dalam perkembangan melodic death metal. Kredit resmi mencatat Fredrik Nordström sebagai sosok yang menangani rekaman, mixing, dan mastering, dengan bantuan Robert Kukla.
Empat Lagu, Empat Wajah
Celestial Chaos berisi empat lagu yang memperlihatkan karakter berbeda, sekaligus menghadirkan sejumlah musisi dari lingkaran metal Malaysia.
The Sign membuka rilisan dengan penampilan Fazlur “Fuzz” Redza dari 302 & EXHUMAN. Lagu ini bergerak di wilayah gelap tentang keserakahan, kesalahan manusia, dan konsekuensi yang tidak bisa begitu saja dihapus oleh waktu.
Lalu ada Light My Darkness bersama Nashriq Ikhmar dari HIATUS. Di sini HERRIOT memperlihatkan sisi yang lebih emosional. Kegelapan bukan hanya gambaran kehancuran, tetapi juga ruang tempat seseorang mencari cahaya, pegangan, dan jalan keluar dari kesunyian.
Obelisks of the Sun menghadirkan Erwan Zernal dari CATACLYSMIC PURIFICATION. Lagu ini membawa pendengar menuju lanskap yang lebih kosmik—obelisk, waktu, keyakinan, rahasia kuno, dan pencarian manusia terhadap sesuatu yang berada di luar batas pemahamannya.
Sementara None of the Sons bersama Dee dari MURDER & OBSCURIAL menutup rilisan dengan gambaran paling brutal: perang, kematian, rasa sakit, kehancuran harapan, dan ironi tentang manusia yang bertempur atas nama kejayaan.
Keempat musisi tamu tersebut tercatat secara resmi dalam kredit rilisan, masing-masing Dee, Fazlur “Fuzz” Redza, Nashriq Ikhmar, dan Erwan Zernal.

Ketika Masa Lalu Diberi Napas Baru
Ada alasan mengapa Celestial Chaos terasa seperti perjalanan menembus arsip lama HERRIOT.
The Sign, Obelisks of the Sun, dan None of the Sons sebelumnya hadir dalam Celestial Obelisk pada 2000. Sementara Light My Darkness berasal dari Transworld Chaos pada 2001.
Artinya, rilisan 2026 ini membawa kembali material yang memiliki hubungan langsung dengan masa awal HERRIOT.
Namun kali ini, lagu-lagu tersebut mendapatkan kesempatan untuk berbicara melalui perspektif produksi dan formasi yang lebih baru.
Di sinilah Celestial Chaos menjadi menarik: masa lalu tidak ditinggalkan, tetapi juga tidak dibiarkan membeku.

Dari Celestial Chaos Menuju Black Day Massacre
HERRIOT saat ini terdiri atas Chen pada vokal, Azim dan Eroll pada lead guitar, Peth pada bass, serta Fariz pada drum.
Secara kreatif, Chen menangani lirik, sementara Adlan menjadi pencipta musik. Produksi melibatkan Fredrik Nordström, Chen, dan HERRIOT.
Jika dibaca sebagai sebuah perjalanan, Celestial Chaos berada di antara dua dunia. Satu kaki HERRIOT masih berdiri di masa lalu—di era Celestial Obelisk dan Transworld Chaos. Satu kaki lainnya sudah mengarah ke Black Day Massacre.
Karena itu, rilisan ini terasa seperti sebuah ritual peralihan: mengucapkan selamat tinggal kepada fase pembentukan HERRIOT, sembari mempersiapkan kelahiran babak berikutnya.
Bukan Sekadar Nostalgia
Bagi penggemar IN FLAMES, DARK TRANQUILLITY, AT THE GATES, THE HALO EFFECT, hingga INSOMNIUM, Celestial Chaos menawarkan sesuatu yang familiar sekaligus memiliki akar sendiri.
Melodic death metal menjadi fondasinya, tetapi Celestial Chaos tidak hanya berbicara tentang riff dan agresivitas. Ada tema kehancuran manusia, perang, kehilangan, keyakinan, kegelapan, harapan, hingga misteri kosmik yang menjadi bagian dari narasi empat lagu di dalamnya.
Dan mungkin di situlah kekuatan utama rilisan ini. HERRIOT tidak sedang berusaha mengulang masa lalu. Mereka sedang membawa masa lalu tersebut ke masa sekarang.

Setelah seperempat abad berlalu sejak Transworld Chaos, Celestial Chaos menjadi bukti bahwa sebuah band bisa kembali ke titik awal tanpa harus benar-benar kembali menjadi band yang sama.
Chaos-nya masih ada. Waktunya yang sudah berubah.
HERRIOT — CELESTIAL CHAOS
Rilis: 30 Mei 2026
Label: GOATLORDTH RECORDS
Musik: Adlan
Lirik: Chen
Rekaman, Mixing & Mastering: Fredrik Nordström
Dengan bantuan: Robert Kukla
Produser: Fredrik Nordström, Chen & HERRIOT
Daftar lagu:
- The Sign — menampilkan Fazlur “Fuzz” Redza
- Light My Darkness — menampilkan Nashriq Ikhmar
- Obelisks of the Sun — menampilkan Erwan Zernal
- None of the Sons — menampilkan Dee
HERRIOT:
Chen — Vokal
Azim — Gitar Utama
Eroll — Gitar Utama
Peth — Bas
Fariz — Drum
Celestial Chaos direkam di Studio Fredman, Gothenburg, Swedia, pada September 2024.






