Di Balik Rilisan “3-Song Promo”, Concrete Youth Hadirkan Perspektif Baru dari Akar Hardcore

GERILYA MAGAZINE – Band baru Concrete Youth resmi memperkenalkan identitas musikal mereka melalui rilisan perdana bertajuk “3-Song Promo”. Meski hadir sebagai nama baru, proyek ini diisi oleh para musisi yang telah lama berkecimpung di skena musik independen dan hardcore Indonesia.

Concrete Youth beranggotakan Widi (Feel The Burn, Stand Clear, Rage of Despair), Firdi (Rage of Despair, Decomposing Normality), Indra Chino (Final Attack, ZIP), serta Iksan (Final Attack, Grail). Setelah bertahun-tahun memainkan musik yang lebih berat dan agresif, mereka memanfaatkan proyek ini untuk mengeksplorasi pendekatan musikal yang berbeda.

Melalui “3-Song Promo”, Concrete Youth bergerak ke arah melodic hardcore dengan sentuhan punk rock dan pop-punk, namun tetap mempertahankan fondasi dan semangat hardcore yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Rilisan ini memuat tiga lagu, yakni “In Agony (Intro)”, “I Won’t Let You Down”, dan “Don’t Kill The Vibe”. Ketiga materi tersebut menjadi perkenalan awal atas identitas Concrete Youth—menggabungkan energi khas hardcore dengan pendekatan yang lebih melodis dan emosional.

Ide pembentukan Concrete Youth sendiri bermula hampir dua tahun lalu setelah sebuah pertunjukan hardcore di Bogor. Dari percakapan sederhana tentang keinginan membentuk band dengan nuansa pop-punk, gagasan tersebut terus berkembang melalui pertemuan demi pertemuan, saling berbagi referensi musik, hingga menemukan arah musikal yang ingin dibangun bersama.

Namun proses tersebut sempat tertunda karena berbagai kesibukan dan tanggung jawab masing-masing personel. Hingga suatu hari, Firdi mengirimkan sebuah demo sederhana yang direkam menggunakan drum machine. Materi itu kemudian menjadi titik awal yang menghidupkan kembali proyek yang sempat tertahan.

Iksan segera merespons positif, disusul keterlibatan Indra pada posisi bass. Kedekatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun melalui berbagai band dan pengalaman di skena membuat proses pembentukan Concrete Youth berjalan secara alami.

Dari sisi lirik, tiga lagu dalam “3-Song Promo” mengangkat tema tentang bertambahnya usia, menjaga persahabatan yang telah bertahan lama, serta upaya untuk tetap berpijak di tengah perubahan kehidupan yang bergerak cepat. Melalui materi tersebut, Concrete Youth mencoba menerjemahkan pengalaman personal sekaligus refleksi terhadap dinamika sosial yang mereka rasakan hari ini.

Lewat rilisan perdananya, Concrete Youth tidak berupaya menawarkan perubahan besar, melainkan menghadirkan ruang untuk kembali terhubung—melalui musik, pertunjukan, maupun percakapan yang lahir dari semangat yang sama.

“3-Song Promo” kini telah tersedia melalui Bandcamp dan YouTube, serta dijadwalkan hadir di berbagai platform streaming digital lainnya dalam beberapa minggu mendatang.

Kirim info/artikel seputar band, wawancara rilisan, acara, reviews single/album atau opini ke gerilyamagazine@gmail.com

Related posts